Don't miss

Kebiasaan Unik untuk Ritual Seks di Sepenjuru Dunia

By on November 3, 2013

Hubungan seksual di antara pria dan wanita ada hakikatnya merupakan hubungan paling intim yang sangat manusiawi. Hubungan intim pun dilakukan dengan cara-cara yang bisa membuat masing-masing mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Namun, setiap bangsa memiliki kultur, tradisi, dan kebiasaan seksnya sendiri, bahkan tidak melulu terkait dengan hubungan intim antara pria dan wanita saja.

Kadang kala, budaya dan ritual hubungan seks unik itu di luar nalar bangsa lainnya. Apalagi bila ini terjadi pada zaman dahulu kala ketika peradaban belum semodern dan secanggih sekarang. Kelima adat kebiasaan yang berhubungan dengan seks berikut ini mungkin akan dirasa tidak masuk di akal.

  • Menelan Sperma. Ini sebenarnya dibutuhkan sebagai bagian dari upacara kedewasaan seorang anak laki-laki untuk menjadi seorang pria jantan sejati di Suku Sambian. Suku Sambian ini adalah salah satu di antara suku-suku yang merupakan penduduk asli Papua Nugini. Ritual ini dimulai dengan mewajibkan anak laki-laki yang sudah berusia 7 tahun hanya hidup bersama sepuluh orang pria yang lebih tua darinya. Anak itu harus hidup demikian selama sepuluh tahun. Sebagai puncak ritual ini, si anak harus menelan sperma pria tertua di dalam kelompok tempatnya tinggal tersebut.
  • Tradisi Legal Homoseksual Yunani. Homoseksualitas bukan hal yang terlarang di era Yunani Kuno. Tapi, kebiasaan seks ini umumnya dilakukan oleh seorang pria dengan pria yang lebih tua darinya. Pria yang lebih tua bertindak sebagai pengayom dan pelindung. Pria yang lebih tua juga pada umumnya berjanggut yang menandakan bahwa ia lebih dewasa sehingga layak menjadi teladan dan mampu memenuhi semua kebutuhan si pria yang lebih muda. Sementara, yang lebih muda bertindak sebagai kekasih penuh cinta dan melayani hasrat seksual pasangannya yang lebih tua.
  • Masturbasi di Zaman Firaun. Kebiasaan seks ketika seseorang memuaskan diri sendiri memang tidak aneh. Tapi, masturbasi di depan umum mungkin hanya bisa dilakukan di era Mesir Kuno bila tidak ingin dicap gila atau ditimpuk batu oleh banyak orang. Ritual seks ini dilakukan di Sungai Nil sebagai penghormatan bagi Dewa Atum. Dewa Atum adalah dewa yang dipercaya menciptakan Sungai Nil dengan bermasturbasi sekaligus dewa yang menganugerahi kepuasaan di saat berhubungan intim.
  • Sunat ala Aborigin. Yang melakukan sunat ini tepatnya Suku Aborigin Mardudjara di Australia, dan lagi-lagi adalah untuk upacara kedewasaan anak laki-laki. Tidak ada pembiusan sebagaimana sunat yang dilakukan di masa sekarang di Indonesia. Lantas, si anak laki-laki harus memakan ujung kulit organ kemaluanyang telah dipotong itu. Belum selesai sampai di situ. Sebab, ketika luka sudah kering, alat kelamin si anak dipotong lagi dari ujung hingga mendekati buah zakar (testis).
Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>