Don't miss

Seorang Intelek Biasa Gunakan Bahasa yang lebih Sederhana

By on September 11, 2013

Masih ingat dengan Vicky Prasetyo? Baru-baru ini dunia hiburan dikejutkan dengan kehadiran Vicky Prasetyo yang tak lain adalah mantan tunangan Zaskia Gotik. Namun sayang status Vicky sebagai tunangan penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyangan itik-nya itu hanya berumur sehari saja karena ternyata usut diusut Vicky diduga hanya seorang penipu saja. Sudah cukup banyak artis cantik yang menjadi korbannya. Selain itu, kini Vicky juga tersandung kasus yang sangat serius yaitu kasus penipuan soal tanah di tahun 2006 dan kasus pemalsuan identitas diri.

Vickynisasi

Namun bukan sisi kelamnya Vicky yang menjadi pembicaraan banyak masyarakat. Vickynisasi kini menjadi tren yang tak bisa dipisahkan dengan perilaku-perilaku sosial. Anda yang selalu setia menonton TV pastinya tahu apa yang dimaksud dengan Vickynisasi. Dan bagi Anda yang pernah menonton infotainment beberapa waktu yang lalu pastinya pernah mendengar interview yang ditujukan pada Vicky oleh teman-teman wartawan seusai acara tunangan Vicky dan Zaskia. Bahasa yang digunakan Vicky terdengar aneh, bukan? Diksi atau pilihan kata yang digunakan tidak sesuai dengan konteks dan makna kalimat yang dimaksud. Seorang psikolog, Vera,  mengatakan bahwa bahasa merupakan presentasi budaya, masyarakat, dan kekinian seperti kemajuan teknologi.

Dalam kehidupan yang berbudaya instan seperti zaman sekarang ini, kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa akan menjadi suatu kebutuhan  yang serba instan yang cepat berkembang dan bahkan bisa menjadi tren.  Misalnya saja ada tren bahasa keren, tren bahasa latah, tren bahasa yang serba ikut-ikutan, dan ada juga tren bahasa yang sekedar untuk lucu-lucuan atau seru-seruan saja.

Semakin cerdas semakin sederhana bahasa yang digunakan

Biasanya tren-tren penggunaan bahasa yang unik ini dilakukan oleh para remaja yang senang sekali mempresentasikan bahasa seseorang. Vera juga menambahkan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, justru penggunaan bahasanya akan semakin sederhana. Sebagian besar tutur kata yang disampaikan tidak akan membuat lawan bicaranya pusing dan tidak paham apa yang sedang disampaikannya. Seseorang yang cerdas tidak akan membuat lawan bicaranya semakin bingung akibat penggunaan istilah yang salah dan tidak sesuai dengan istilah yang dimaksud.

Pada kasus Vickynisasi ini Vera berpendapat bahwa saat ini banyak orang yang latah alias ikut-ikutan menirunya. Bahkan, Vickynisasi ini menjadi topik hangat yang sangat populer dibicarakan di  media sosial saat ini.  Menurut Vera, hal ini bukanlah tren akan tetapi lebih  mengarah pada lucu-lucuan saja.

Vera juga menambahkan bahwa Vickynisasi ini hanya sebuah parodi saja. Jadi ia menyarankan untuk tidak menganggapnya serius. Ia pun mengomentari bahasa yang sering digunakan oleh para menteri yang kerap kali menggunakan bahasa asing. Ia tentu tidak setuju dengan penerapan bahasa seperti itu. Seharusnya bahasa yang digunakan oleh para menteri adalah bahasa yang sederhana yaitu bahasa yang mudah dipahami oleh rakyat.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>