Don't miss

Review Film dengan Isi Politik Kontroversial “Ender’s Game”

By on November 6, 2013

Ender’s Game merupakan buku yang membutuhkan waktu lama sekali untuk bisa digubah menjadi film karena banyak studio film yang berdebat mengenai isinya yang kontroversial. Di dalamnya terdapat isu politik anti-gay yang sulit untuk digambarkan. Penulis cerita ini adalah Orson Scott Card tapi dalam review ini lebih baik tinggalkan dulu isinya yang kontroversial tentang politik anti-gay.

Dalam mereview film ini, kisah perang fasis antar tentara anak pun sudah layak menjadi perhatian. Kisah “The Hunger Games” tentangpeperangan anak membuat film adaptasi ini lebih mudah untuk diterima. Tapi sutradara Gavin Hood mengadaptasi film ini ke layar lebar tanpa mempertimbangkan penonton mau peduli atau tidak.

Kamu penasaran dengan ceritanya? Kisahnya bermula lima puluh tahun setelah ras alien serangga bernama Formics menyerang bumi. Saatitu ada Ender Wiggin, salah satu anggota kelompok elit remaja yang masuk ke jaringan tentara internasional yang bertugas melindungi orbitbumi dan berperang melawan alien. Dengan setting begini, film ini adalah kombinasi Hogwarts di Harry Potter dan Starship Troopers.

 Melihat Ender Wiggin, seorang komandan eselon atas, Komandan Graff melihat sesuatu yang spesial dalam diri bocah remaja itu. Mungkin karena sifatnya yang berada di antara kakak laki-lakinya yang sadis dan adik perempuannya yang harmonis. Selain itu, sebenarnya tak adayang spesial dalam diri Ender seperti banyak orang memprediksikanya.

Seperti kebanyakan film yang diangkat dari buku, masalahnya adalah mengangkat semua informasi menjadi sangat singkat dalam detik-detik film. Ender’s Game mencoba menempatkan detail dalam plot yang sangat pendek jika dibandingkan dengan materi sangat kaya yang ada di bukunya.

Karena plot yang terburu-buru, Ender dengan mudah masuk ke jajaran peringkat atas karena kemampuannya bermain dengan game zero-G test. Game ini terlihat bodoh, mirip gladiator di militer Amerika tahun 1990-an, dan dengan permainan ini, sangat sulit untuk membayangkan bahwa game semacam ini bisa dipakai dalam operasi militer berskala besar.

Ketika mulai memasuki konflik perang, Ender dibawa ke pimpinan untuk menjalani tes atas klaim kemampuannya dalam perang. Plot ini memang dikisahkan terlalu cepat daripada film manapun. Pada saat bertemu musuh, Ender tak tampak berpengaruh. Film ini, juga musik yang digunakannya, seperti lupa kalau sebuah film perang harus membangun ketegangan penonton. Semua berlangsung seperti tanpa sesuatu yang dramatis dan menegangkan.

Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada di Ender’s Game ada banyak orang yang masuk ke fanbase cerita ini. Jadi tak heran ketika filmini disebut-sebut sebagai film adaptasi terbaik. Film ini berhasil menyajikan tontonan bagus bagi penonton remaja tapi gagal pada banyak poin lainnya. Jika sekadar menikmati tontonan, anak-anak akan menyukai menonton film ini.

 

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>