Don't miss

Lari dari Kenyataan dengan Mengkhayal

By on December 8, 2013

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk bersantai setelah hari yang melelahkan di kantor atau di sekolah. Salah satu hal yang paling orang sering lakukan untuk bersantai adalah dengan menonton film. Seiring dengan berlalunya waktu dan selera pasar yang terus berubah, maka semakin banyak pula genre film yang bisa kamu tonton. Sekarang ini banyak film yang bertema sci-fi dengan sentuhan drama yang menarik seperti Catching Fire dan Ender’s Game.

Salah satu film yang ditunggu-tunggu adalah The Secret Life of Walter Mitty.Film ini merupakan pembuatan ulang film yang pernah digarap oleh Danny Kaye pada tahun 1947.Cerita yang diangkat difilm ini sendiri merupakan cerita yang diangkat dari cerita pendek karya James Thurber. Ketika pembuatan film-nya yang pertama, Thurber berusaha memberikan kontribusi dengan memberikan catatan tentang script film tersebut, tetapi karena akhirnya catatan tersebut tidak dipakai, dia memutuskan untuk tidak terlibat lebih jauh.

Diakui bahwa pembuatan film The Secret Life of Walter Mitty telah direncanakan sejak lama, tetapi baru bisa mulai dibuat belakangan ini. Film ini memiliki Ben Stiller sebagai director dan tokoh utama dengan Steven Conrad sebagai penulis script-nya yang merupakan adaptasi dari cerita James Thurber dan film Danny Kaye.

Film ini bercerita tentang Walter Mitty, seorang laki-laki yang dulunya merupakan bintang di sekolahnya kemudian menjadi dewasa yang kikuk. Ben Stiller berhasil menunjukkan rasa frustasi Walter akan perubahan drastic ini dengan baik. Dalam film The Secret Life of Walter Mitty, Walter bekerja di sebuah majalah, dengan kantor yang sangat mengagumkan, berdasarkan imajinasi Walter.

Pada kenyataannya, Walter bahkan tidak berani untuk bicara pada Cheryl yang merupakan salah satu rekan di tempat kerjanya yang merupakan seorang ibu yang baru saja bercerai. Meskipun tertarik, tetapi Walter tidak berani untuk mendekati Cheryl. Masalah datang dalam bentuk perubahan yang terjadi pada majalah tempat bekerja. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, majalah tempat Walter bekerja kini menggunakan sistem digital dan tidak lagi mencetak majalah.

Masalah lain yang ditemui Walter adalah karena adanya manajer baru (Adam Scott) yang sedang berusaha untuk memotong budget karena itu mulai mengurangi karyawan. Dengan keadaan yang memburuk, Walter tidak bisa lagi menunda-nunda, tidak bisa lagi sekedar mengkhayal untuk menghadapi kehidupannya yang tidak sesuai harapan.

Ketika Walter kehilangan negatif foto dari jurnalis jenius, Sean O’Connell, foto yang rencananya akan dijadikan sampul majalah, maka mau tidak mau, Walter harus bertindak. Dan dimulailah petualangan Walter. Perjalanan pertama Walter membawanya ke Greenland kemudian ke Islandia yang penuh gunung berapi. Dan perjalanan keduanya membawanya ke Himalaya dimana dia akhirnya berhasil menemukan O’Connell.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>