Don't miss

Review Film Retak Gading

By on February 18, 2014

Review Film Retak Gading

Film Retak Gading berkisah mengenai perjuangan seorang gadis yang bernama Gading (Chelsy Liven) dalam menghadapi permasalahan asmara yang menghampiri kehidupannya.

Gading telah menemukan sosok seorang pria tampan yang berkepribadian baik bernama Bintang (Detri Warmanto). Tetapi sayangnya beberapa bulan setelah mereka menjalin hubungan asmara, Pria tersebut menghilang begitu saja dari kehidupan sang gadis. Hanya ibunya yang mampu mendamaikan jiwa Gading di tengah rasa sakit yang dirasakannya.

Secara perlahan, Gadingpun akhirnya mampu untuk melanjutkan kembali kehidupannya. Dia bahkan mulai memutuskan untuk menikah denngan Bara (Ammar Zoni) yang sebenarnya telah lama menyukai Gading tetapi kalah bersaing dengan sosok Bintang.

Tetapi disaat itulah, Bintangpun datang kembali kepada Gading dan mencoba menjelaskan alasan tentang kepergiannya. Kehadiran Bintang ini tentu saja membuat Bara tidak senang. Pria tersebut akhirnya berubah dari sosok yang begitu mencintai Gading menjadi sosok yang sangat  pencemburu sehingga ia mampu berbuat kasar

 Film ini adalah film pertama bagi banyak pihak yang telah terlibat di dalamnya. Termasuk  juga merupakan film pertama yang diproduseri oleh Diad Ote dan menjadi debut penyutradaraan dari Bayu Pamungkas. Tidak hanya itu, Retak Gading juga merupakan penampilan perdana dari ketiga bintang utamanya, Detri Warmanto, Chelsy Liven dan Ammar Zoni dalam layar lebar

Sayang sekali, kurangnya pengalaman dalam sebuah film layar lebar membuat Retak Gading hadir dengan kualitas yang begitu lemah dan hampir tidak ada yang bisa dinikmati dari film yang mempunyai durasi selama 120 menit ini.

Jika ada yang harus bertanggungjawab cukup besar atas lemahnya penampilan dari film ini maka hal tersebut harus diarahkan pada Naskah yang dibuat oleh Diad Ote. Naskah yang ia buat  benar-benar dangkal dan lemah disana sini. Kisahnya seperti jalinan melodrama yang terkesan dipanjang-panjangkan konflik dari penceritaannya. Dan usaha untuk memanjangkan konflik tersebutpun tidak diiringi dengan kemampuan dalam bercerita yang baik. Kualitas penceritaannya sangat buruk dan diperparah dengan kehadiran dari karakter-karakter yang begitu lemah dalam penggambarannya. Setiap karakter disini memiliki perubahan sikap yang terkadang hadir secara tiba-tiba dan tidak ada penjelasan dari hal itu.

Film ini pun terasa campur aduk tanpa arah penceritaan yang benar dengan adanya usaha Diad Ote untuk menyinggung masalah sosial politik dengan dihadirkannya tokoh Pak dan Bu Jenggot (Buanergis Muryono dan Jajang C Noer)  serta adanya sentuhan relijius di beberapa bagian cerita.

Sangat mengherankan jika melihat Christine Hakim dan Jajang C Noer mau tampil dalam film Retak Gading karena sama sekali tidak ada tema penceritaan yang istimewa dari flm tersebut. Naskah cerita yang ditulis menyimpan kelemahan yang banyak dibeberapa bagiannya. Keretakan kualitas eksekusi yang terjadi pada Retak Gading  telah begitu parah dan membuatnya tidak layak untuk di tonton. Mungkin ini memang sebuah kesalahan dari para pemula tetapi tetap saja tidak bisa menutup fakta bahwa film ini tidak enak untuk ditonton.

 Review Film Retak Gading

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>