Don't miss

Review Film Non-Stop (2014)

By on March 4, 2014

Non-Stop

Setelah sebelumnya sukses berkolaborasi lewat film Unknown, Liam Neeson kembali  bekerjasama dengan sutradara Jaume Collet-Serra menggarap film aksi Non-Stop. Non-Stop bercerita tentang seorang petugas keamanan udara bernama Bill Marks yang merupakan seorang alkoholik karena tekanan batin yang dideritanya akibat puterinya meninggal dunia dan istri yang menceraikannya.

Akibat kecanduannya pada minuman keras, karirnyapun sedang berada di ujung tanduk. Dalam tugas terakhirnya, Bill bersama dengan rekannya, Jack Hammond (Anson Mount) melakukan perjalanan udara langsung dari kota New York menuju ke London. Perjalanan tersebut awalnya berjalan lancar tetapi mulai berantakan setelah Bill menerima ancaman berupa serangkaian teks yang dikirim padanya. Ancaman tersebut menyebutkan bahwa dalam jangka waktu setiap 20 menit akan ada penumpang yang mati.

Billpun disuruh mengirimkan uang berjumlah US$150 juta ke sebuah nomor rekening pada pesan teks tersebut. Sebagai seorang petugas keamanan, dia tidak langsung menyerah dan menuruti permintaan dari sang pengirim pesan. Bill tidak sendirian, dia dibantu oleh seorang pramugari, Nancy Hoffman (Michelle Dockery), dan seorang penumpang bernama Jen Summers (Julianne Moore). Satu persatu penumpang mulai diteliti. 20 menit pertama pun berlalu dan seorang penumpang ditemukan tewas.

Film Non-Stop dipenuhi dengan deretan konflik serta adegan yang terlihat cenderung seperti sebuah parodi bagi film-film aksi yang pernah diperankan Liam Neeson, terkadang terlihat konyol, bombastis sampai dengan plot yang tidak masuk akal. Tetapi, Jaume Collet-Serra sepertinya tahu benar film apa yang sedang dirangkainya itu.

Lewat ritme penceritaan yang begitu cepat serta aksi menegangkan yang dihantarkan, Non-Stop mampu tampil begitu hidup dalam segi penceritaan. Film ini telah berhasil menempatkan deretan karakter menjadi calon korban selanjutnya sekaligus menjadi tersangka yang akan membuat setiap penonton terus-menerus menebak siapa pelakunya.

Masalah utama Non-Stop terlihat datang dari pengembangan karakter-karakternya. Non-Stop menghadirkan begitu banyak karakter. Tetapi sayangnya, dengan minimnya pengembangan karakter maka banyak diantara karakter-karakter tersebut terkesan muncul dan menghilang begitu saja.

Tetapi terlepas dari beberapa masalah yang muncul pada film ini seperti pendalaman karakter dan pengembangan beberapa bagian plot penceritaan, kolaborasi dari Liam Neeson dan Jaume Collet-Serra harus diakui telah berhasil memberikan momen-momen yang sangat menyenangkan.

Collet-Serra jelas tahu film seperti apa yang sedang ia garap dan akan ia hasilkan karena setiap sisi penceritaan yang dimiliki oleh naskah cerita Non-Stop mampu dimanfaatkannya semaksimal mungkin guna menjadikannya sebuah film aksi yang begitu menegangkan untuk ditonton. Kharisma dari Neeson yang begitu kuat juga berhasil terpancar dan menjadikan karakternya begitu mudah untuk disukai dan diikuti pengisahannya oleh penonton.

Ditambah dengan jajaran pemeran pendukung sekaligus tata produksi yang solid, maka Non-Stop jelas merupakan sebuah penceritaan aksi standar yang mampu dikelola secara maksimal.

 T-4

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>