Don't miss

Review Dark Touch

By on December 4, 2013

Dunia perfilman Indonesia masih saja dibanjiri dengan beragam film horor yang menggunakan formula campuran horor dan adegan erotis. Meskipun tema horor merupakan salah satu tema yang cukup digandrungi, formula semacam ini tak pelak membuat pecinta film jenuh dan bahkan jijik. Nah, mau tidak mau penonton film horor harus mencari sumber tontonan film horor yang lain khususnya film Hollywood.
Kamu yang menggemari film horor pasti masih ingat dengan kehebohan film horor The Conjuring besutan James Wan yang dianggap sebagai salah satu film horor paling menyeramkan yang pernah dibuat. Kesuksesan film ini kemudian diikuti dengan film karya James Wan selanjutnya yang berjudul Insidious 2 yang merupakan sekuel dari film pertama yang berjudul sama. Selepas kesuksesan kedua film tersebut, demam film horor rupanya belum berakhir karena ada beberapa judul film horor yang digadang-gadang akan memberikan sensasi yang dicari penggemar film horor seperti film Dark Touch.
Film ini boleh dikatakan sebagai film horor yang dibuat dengan baik dari awal hingga akhir. Film yang disutradarai oleh Marina de Van yang juga menulis skenario menyajikan sebuah film yang terinspirasi oleh film Carrie. Film ini berpusat pada kekerasan pada anak dan pengaruh yang dibawa oleh tindak kekerasan tersebut pada si korban baik secara fisik maupun secara emosional. Pilihan ini boleh dikatakan tidak banyak digunakan dalam formula film horor sehingga film ini akan menjadi lebih kompleks.


Ada beberapa adegan yang intens dan mencengangkan yang membuat para penonton merasa tegang dan tercekat. Lihat saja pembukaan film yang diawali dengan adegan pembunuhan yang seakan langsung mencekik leher penonton tanpa ampun. Adegan ini boleh dikatakan brutal dengan adegan kekerasan yang tidak ditutupi. Film Dark Touch ini sukses dengan menggandeng aktris anak Missy Keating yang mampu menghidupkan karakter anak sebelas tahun yang mempunyai kemampuan telekinetik yang penuh kekerasan dengan atmosfer tegang dan menakutkan.

Neve yang diperankan oleh Keating menjadi anak yatim piatu karena orang tua dan adik laki-lakinya yang masih bayi meninggal akibat pembunuhan sadis. Ia kemudian diambil oleh orang tua angkat yang mencemaskan kondisi emosionalnya dan meminta bantuan pada terapis anak. Terkuaklah bahwa gejolak yang terjadi pada jiwa Neve melebihi dugaan dengan gambaran anak yang menyiksa boneka di sebuah pesta ulang tahun seorang anak yang menambah suasana menyeramkan.
Film ini memberikan gambaran efektif mengenai potret seorang anak perempuan yang mempunyai masalah. Adegan klimaks berupa adegan pembantaian dibuat dengan sangat profesional yang bisa dikatakan cukup mengagumkan. Dark Touch membawa fenomena psikis dengan pendekatan aspek parapsikologis yang lebih realistis dalam kaitannya dengan psikokinesis spontan berulang yang muncul pada remaja sebelum masa puber yang harus berkutat dengan trauma secara emosional.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>