Don't miss

Profesional dengan Privasi di Kantor

By on November 7, 2013

Menemukan orang yang bisa diajak berbagi soal apa pun di dalam kapasitasnya sebagai sahabat memang gampang-gampang susah.Apalagi di dunia kerja di mana setiap orang sibuk mengejar keperluan kariernya sendiri, bahkan bersaing untuk karier itu. Tentu sangat menyenangkan bila bertemu dengan orang yang bisa diajak mencurahkan perasaan dan merasa senasib-sepenanggungan. Tapi, jangan anggap semua orang yang bisa diajak bertukar pikiran di kantor adalah sahabat kamu.

1. Atasan

Bos kamu orangnya asyik, bisa diajak mengobrol tentang apa saja. Tapi, ingatlah selalu bahwa atasan tetaplah atasan.Berilah batasan untuk bertukar pikiran mengenai pekerjaan, bukan masalah yang terlalu pribadi. Bagaimanapun juga, sikap profesional kamu diuji setiap saat di kantor.

2. Teman kerja

Rekan di kantor yang bisa sehati dan diajak ‘curhat’ memang jarang. Rasanya seperti menemukan berlian di antara tumpukan jerami. Tapi, sama seperti bos. Teman sekantor selamanya tetaplah teman sekantor. Persaingan di dunia kerja sudah menjadi rahasia umum. Bukan berarti kamu jadi selalu curiga, tapi berhati-hati adalah sikap yang paling tepat. Jangan mengumbar rahasia paling pribadi, bahkan kepada orang yang kamu anggap sahabat di kantor.

3. Teman jejaring sosial

Baiklah, beberapa di antara teman-teman di jaringan pertemanan kamu yang ada di media sosial adalah sahabat kamu di dunia nyata yang bukan teman kerja. Tapi, bila memang itu terlalu pribadi, sebaiknya ‘curhat’ langsung kepada sahabat kamu di jalur pribadi, bukan dengan memposting curhatan itu di dunia maya. Memang benar kamu bisa mengatur laman kamu sehingga orang yang tidak berada di dalam jaringan kamu tidak bisa membaca posting-an kamu. Tapi, posting-an di dunia maya selamanya akan selalu terekam di dunia maya dan bisa dilacak dengan mudah, bahkan oleh mereka yang bukan pakar. Karena itu, jangan sembarangan membicarakan bos atau rekan sekerja di media sosial.

Di luar itu, ada hal-hal yang lebih baik tidak dibicarakan dengan rekan sekantor.

1. Gaji yang kamu terima. Bukan melulu soal iri hati, namun juga jumlah gaji adalah rahasia di antara bagian personalia dengan kamu.

2. Kesehatan. Bila perusahaan mengetahui riwayat penyakit yang bisa membuatmu tidak lagi dianggap berguna sebagai karyawan, karier kamu mungkin distop.

3. Membicarakan rumor. Penggunjing tidak punya tempat di dunia kerja, sebaiknya jangan berbagi gosip dengan teman kantor sebagai sikap profesional.

4. Berkeluh kesah tentang pekerjaan. Bila tidak ingin dicap sebagai pengeluh, lebih baik jangan menggerutu di hadapan teman kerja.

5. Pengeluaran untuk gaya hidup. Terlalu sering berkoar soal ini, kamu bisa dianggap sebagai tukang pamer, atau sebaliknya, si pelit.

6. Politik ataupun keyakinan. Sudah jelas, keduanya adalah urusan pribadi.

7. Asmara. Soal asmara memang porsinya untuk orang-orang paling dekat.

8. Mabuk atau berpesta gila-gilaan. Jangan membagi hal ini dengan rekan sekantor agar sikap profesionalmu tidak dipertanyakan.

 

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>