Don't miss

5 Tips Menghadapi Rekan Kantor yang Defensif

By on October 8, 2013

Menghadapi rekan kantor yang defensif tidaklah mudah. Kamu perlu cara khusus supaya dia mau menerima pendapat orang lain atau bahkan mau merubah perilakunya. Jika kamu memiliki rekan yang defensif, simak tips berikut ini.

Seleksi Kalimat Dengan Benar

Perhatikan bagaimana cara memberi masukan terhadap perilakunya. Seleksi kalimat dengan tepat dan bijak supaya tidak terkesan menyalahkan atau menyerang. Contohnya, “Saya sudah berkali-kali mengingatkan Anda, tetapi Anda masih melakunnya juga. Lalu saya harus bagaimana?”

Jika tidak berhasil mencapai target atau tujuan yang ditentukan oleh perusahaan, kamu bisa menggunakan kalimat berikut ini, “Dari hasil secara keseluruhan, kita gagal mencapai target. Oleh sebab itu, kita harus berusaha sungguh-sungguh supaya target kita dapat terwujud.” Penggunaan kata ‘kita’ akan terlihat lebih bijak daripada Kamu menggunakan ‘Saya’.

Tegur Secara Personal

Ketika bawahan atau rekan kantor berbuat kesalahan, sebaiknya tegur dia secara personal atau pribadi. Hindari menegurnya di hadapan orang banyak. Ingat, dia memiliki sikap yang defensif sehingga ini akan membuat sikapnya meledak dan bisa mengacaukan situasi di kantor.

Ketika ada rekan yang sering datang terlambat, kamu bisa mengingatkannya. Gunakan kalimat seperti ini, “sepertinya kita datangnya kesiangan terus ya. Mulai besok, datang lebih pagi yuk!”

Jangan Membahayakan Pertahanan Dia

Jangan menyudutkan dirinya. Hal ini justru akan membuat Kamu beradu pendapat dengannya. Pasalnya, dia akan sibuk berkelit dengan berbagai alasan sehingga menghambat proses penyelesaian masalah. Rekan kerja seperti itu perlu merasa dipahami dan membuat dirinya tidak merasa dierang.

Beri Pengertian

Ketika rekan kantor atau bawahan kurang maksimal dalam bekerja, beri pengertian menggunakan kalimat berikut: “Setelah melakukan pengamatan, dari lima orang yang ada, hanya Anda yang tidak berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu. Mengapa bisa demikian?”

Berikan Bukti

Berikan data-data sebagai bukti yang memperlihatkan bahwa kinerjanya memang tidak memuaskan. Dengan demikian, ia pun akan berpikir dua kali untuk berkelit.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>