Don't miss

Tahukah Kamu Transvestic Fetishisme?

By on October 11, 2013

Ada istilah yang kamu mungkin belum paham seperti transvestic fetisisme. Itu didefinisikan oleh buku kesehatan mental profesional sebagai salah satu parafilia. Para parafilia adalah kelompok gangguan mental yang ditandai dengan obsesi dengan praktek seksual yang tidak biasa atau dengan aktivitas seksual yang melibatkan mitra yang tidak pantas seperti anak-anak atau hewan. Fitur penting dari transvestic fetisisme adalah dorongan seksual intens berulang dan membangkitkan fantasi seksual yang melibatkan berpakaian yaitu pakaian terkait dengan anggota lawan jenis.

Istilah lain untuk fetisisme tranvestic adalah cross-dressing dan orang yang sering terlibat dalam cross-dressing kadang-kadang disebut waria. Diagnosis transvestic fetisisme dibuat hanya jika seseorang telah bertindak atas dorongan ini atau nyata tertekan oleh mereka. Dalam sistem klasifikasi kejiwaan lain, fetisisme transvestic dianggap sebagai penyimpangan seksual. Pada masyarakat modern, masalah tersebut sudah menjadi hal umum tentunya. Kamu perlu waspada terhadap masalah itu tentunya.

Bagi sebagian orang yang didiagnosis dengan fetisisme transvestic, fantasi atau rangsangan yang terkait dengan cross-dressing mungkin selalu diperlukan untuk gairah erotis dan selalu disertakan dalam aktivitas seksual jika tidak benar-benar bertindak sendirian atau dengan pasangan. Pada pasien lain, cross-dressing mungkin terjadi hanya episodik misalnya selama periode stres.

Di lain waktu orang tersebut dapat berfungsi seksual tanpa rangsangan transvestic atau rangsangan terkait. Seseorang dengan kondisi transvestic akan merasakan kepuasan seksual dari berpakaian dalam pakaian yang sesuai untuk anggota lawan jenis. Hampir semua pasien yang didiagnosis dengan fetisisme transvestic adalah laki-laki berpakaian sebagai wanita. Namun tak sedikit pula yang sebaliknya dimana kamu harus memeriksa bagaimana wanita seringkali juga melakukan hal yang serupa.

Ini rasio jenis kelamin miring mungkin sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa masyarakat Barat kontemporer memungkinkan perempuan untuk berpakaian dalam berbagai gaya pakaian dipengaruhi oleh pakaian pria sedangkan sebaliknya tidak terjadi. Meskipun sama sekali tidak biasa untuk melihat perempuan mengenakan celana jeans, sepatu gaya Barat, atau bahkan tuksedo dalam beberapa keadaan, laki-laki memakai gaun atau sepatu bertumit tinggi terlihat jelas dari tempatnya.

Dasar untuk keadaan transvestic adalah mendapatkan kepuasan seksual dengan berpakaian dalam pakaian yang sesuai untuk lawan jenis. Penyebabnya mungkin rasa ingin tahu yang berlebihan.
Gejala awal transvestic fetisisme melibatkan menyentuh atau memakai item pakaian yang dianggap feminin.

Karena itulah bila kamu memiliki anggota keluarga terutama anak-anak yang mulai menunjukkan ketertarikan terhadap pakaian lawan jenis, maka kamu perlu memahami terlebih dahulu tentang bagaimana caranya untuk meneliti apakah dia terkena sindrom yang sedang dibicarakan disini. Bila terlambat mengetahui hal tersebut, maka perkembangan anak kamu akan menjadi semakin bermasalah kedepannya. Bantuan dari ahli dapat memberikan peran yang cukup besar tentunya pada masyarakat.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>