Don't miss

Menjadi Workaholic Ternyata Hanya Merugikan Diri Sendiri

By on November 28, 2013

Tahukah kamu, ada banyak karyawan yang rela untuk bekerja berlebihan agar sukses, dan terutama meraih promosi jabatan. Bahkan ada pula yang menganggap bahwa kantor itu seperti rumah kedua. Orang-orang seperti ini, yang berlebihan dalam bekerja, bahkan mungkin sampai lupa waktu, makan, dan keluarga hanya untuk mencapai target tertentu, bisa dikatakan sebagai workaholic. Bagaimana dengan kamu?

Workaholic dapat diartikan sebagai orang yang bekerja secara obsesif dan atau kompulsif. Obsesif di sini maksudnya ketagihan kerja, sedangkan kompulsif dapat digambarkan sebagai adanya paksaan batin atau tekanan dalam diri seseorang untuk terus melakukan kerja. Orang-orang ini, sering lembur dan bahkan membawa pekerjaan pulang ke rumah. Padahal, hal-hal seperti ini justru akan membuat pikiran bekerja terlalu banyak serta kurangnya waktu istirahat.

Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan di Italia, yakni tepatnya di University of Padova, menemukan faktta mengenai workaholic alias gila kerja. Karyawan yang seperti ini rupanya hanya merugikan diri mereka sendiri. Penelitian 15 bulan ini dilakukan dengan cara survey terhadap sebanyak 322 pekerja yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selama penelitian, para pekerja diminta untuk menyelesaikan kuesioner mengenai seberapa jauh sifat gila kerja yang mereka miliki.

Kemudian, untuk mengukur tingkat stress para karyawan, tim peneliti menggunakan laporan dari dokter. Tim peneliti juga meminta bantuan dari supervisor untuk mengisi data-data seperti penilaian kinerja karyawan dan jumlah hari di mana para karyawan tidak masuk kantor dengan alasan sakit.

Hasil dari penelitian ini adalah, orang yang gila kerja dapat menyebabkan kesehatannya sendiri menurun. Selain itu, sebenarnya kinerja di kantor juga akan menurun karena masalah kesehatan itu. Bahkan hal ini akan berakibat pada ketidakhadiran di kantor karena sakit. Di samping itu, gila kerja juga dapat mengakibatkan ketegangan psikologis dan fisik menjadi meningkat.

Gila kerja juga menyebabkan keharmonisan keluarga menjadi menurun. Anak-anak menjadi merasa tidak diperhatikan oleh orangtua, dan ini akan menyebabkan orangtua menjadi jauh dari anak. Selain itu, konflik di dalam rumah tangga juga akan meningkat akibat dari stress. Selain di rumah tangga, konflik di kantor dengan rekan kerja juga akan semakin sering terjadi. Hal ini dikarenakan, orang yang sedang stress cenderung mudah marah, sehingga memicu timbulnya konflik bahkan hanya dari hal-hal sepele.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu sudah termasuk orang yang gila kerja?

Sebenarnya, bekerja keras adalah sesuatu yang baik. Yang perlu diingat adalah bekerja keras bukan berarti bekerja secara berlebihan. Bekerja berlebihan hanya akan merugikan dirimu sendiri.

Maka ada baiknya kamu bekerja sesuai dengan kondisi mental serta fisikmu. Hal ini akan membuat kesehatanmu tetap bagus, serta kinerjamu juga akan meningkat.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>