Don't miss

Hubungan Antara Dance dan Ketertarikan Seksual

By on November 11, 2013

5.Hubungan Antara Dance dan Ketertarikan Seksual1

Dance atau tarian memang bukan hal asing bagi banyak orang dari berbagai penjuru dunia. Ada beragam macam tarian dengan ciri khas masing-masing dan latar belakang yang beragam pula. Beberapa tarian tradisional merupakan bagian dari ritual yang dilakukan dari generasi dan generasi dan bahkan mempunyai hubungan erat dengan sisi religius manusia. Di sisi lain, jenis tarian lain terutama tarian modern bisa dilihat dari sisi yang berbeda.

Di wilayah benua Amerika, ada mitos yang berhubungan dengan dance atau tarian atau goyangan. Mitos ini menyatakan bahwa pria yang melakukan goyangan atau dance tersebut bisa membuat para wanita jatuh cinta dan tergila-gila. Mungkin Kamu berusaha menyangkal mengenai mitos ini karena pada umumnya mitos memang tidak memiliki penjelasan logis.

Akan tetapi, ada baiknya Kamu menimbang ulang mengenai mitos mengenai hubungan dance dan ketertarikan seksual tersebut. Kebanyakan mitos memang terdengar konyol di telinga manusia modern yang jauh lebih logis, tetapi pada kenyataannya, kamu bisa menemukan pembuktian ilmiah yang memberikan penjelasan lebih masuk akal mengenai hubungan di antara keduanya.

Ada seorang dokter yang mencoba memberikan pembuktian ilmiah mengenai mitos ini yaitu Dr. Peter Lovatt sebagaimana ditayangkan kembali oleh Cracked.com. Ia mencoba mendapatkan pembuktian ilmiah mengenai kaitan dance dan ketertarikan seksual dengan cara menghabiskan waktu semalaman untuk bergoyang. Jogetan yang ia lakukan semalaman tersebut ia rekam setiap gerakannya untuk kemudian ia tunjukkan kepada 55 wanita.

Setelah memperlihatkan rekaman gerakannya dalam berjoget pada para wanita tersebut, mereka menyatakan bahwa memang beberapa jogetan yang dilakukan oleh sang dokter membuat para wanita tersebut tertarik padanya. Dr. Lovatt kemudian membuat sebuah kesimpulan yang cukup unik mengenai adanya kaitan antara gerak terutama dance dan ketertarikan seksual dari hasil penelitian yang sudah dilakukannya.

Hasil penelitian Dr. Lovatt tersebut mungkin juga bisa diterapkan di Indonesia, tetapi hal yang bertolak belakang bisa pula terjadi. Penelitian ini boleh jadi menjadi penjelasan mengenai kepopuleran dangdut yang tidak bisa dipisahkan dari jogetan di tengah masyarakat Indonesia. Gerakan atau dance yang cukup marak yang berasal dari banyak penyanyi pop asal Korea Selatan pun sangat populer dan fenomena ini bisa dijelaskan melalui penelitian yang dilakukan oleh Dr. Lovatt ini.

Orang yang menarikan tarian tersebut boleh siapa saja, tetapi gerak tari yang merupakan bagian dari bahasa tubuh mempunyai hubungan dengan pesan erotis yang mungkin diterima oleh mereka yang menonton tarian tersebut. Jika mitos tadi menyebutkan bahwa goyangan kaum pria bisa membuat wanita tertarik, penelitian ini menyatakan bahwa tarian mempunyai kaitan dengan ketertarikan seksual bisa terjadi tidak hanya pada pria melainkan juga pada wanita. Goyangan tubuh mempunyai kelebihan, yakni menarik dan membangkitkan hasrat seksual pasangan sehingga menari bisa pula digunakan untuk merayu pasangan.

 

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>