Don't miss

Berhenti Kerja pun Ada Etikanya

By on November 11, 2013

Setiap orang pasti mempunyai mimpi mengenai jenis pekerjaan yang akan mereka lakukan di masa depan dan di sepanjang hidupnya. Beberapa orang menginginkan jenis pekerjaan yang sesuai dengan minatnya dan mampu memberikan mereka posisi tinggi di tengah masyarakat serta jumlah uang yang melimpah. Akan tetapi, mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan saat ini memang tidak mudah mengingat persaingan di dunia pencarian kerja demikian ketat.

Mungkin saat ini kamu sudah memiliki suatu pekerjaan. Namun, kamu mungkin belum lega karena kamu bisa berhenti kerja kapan saja bahkan jika kamu sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Ada beragam alasan yang membuat kamu harus meninggalkan pekerjaan kamu saat ini baik atas keinginan kamu sendiri maupun keinginan oleh manajemen perusahaan.

Berhenti dari pekerjaan mungkin sudah menjadi makanan wajib bagi banyak orang terutama pada masa awal melakukan pekerjaan. Banyak orang yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya saat ini karena kamu ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Namun, kamu harus ingat bahwa cara kamu bersikap saat akan mengundurkan diri dari pekerjaan kamu saat ini akan memberikan pengaruh terhadap reputasi kamu secara profesional di masa mendatang.

Tidak ada salahnya memang berhenti kerja, tetapi ada beberapa hal yang patut kamu perhatikan saat kamu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan kamu saat ini. Pertama-tama, kamu tidak boleh bersikap emosional walaupun kamu mungkin akan segera terbebas dari genggaman atasan yang tega atau bahkan diberhentikan. Kamu harus tetap tegar dan tersenyum saat meninggalkan tempat kerja untuk terakhir kalinya. Kamu boleh keluar mencari toilet jika merasa ingin menangis karena kamu tidak akan tahu saatnya kamu harus bekerja kembali dengan orang-orang yang pernah bekerjasama dengan kamu di bawah satu perusahaan saat ini.

Kamu juga perlu bersikap jujur terutama saat diwawancara oleh bagian HRD yang akan memberikan pertanyaan seputar alasanmu mengundurkan diri dan pengalaman selama bekerja di perusahaan tersebut. Kamu boleh menyampaikan kritik yang membangun tentu dengan jujur, tetapi kamu harus memastikan bahwa kritik kamu berada pada ranah yang positif dan bukannya mengeluh mengenai atasan atau rekan kerja.

Setelah berhenti kerja dan meninggalkan tempat kerja lama, kamu tidak boleh membeberkan kejelekan kantor lama terutama saat akan diwawancara untuk melamar pekerjaan baru. Sikap negatif justru memberikan kesan bahwa kamu bukan orang yang matang dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, kamu juga perlu membagi ilmu dan mempersiapkan informasi penting yang mungkin dibutuhkan oleh pengganti kamu dengan detail.

Nah, setelah sukses mendapatkan pekerjaan baru dan masih berada di kantor lama sembari menunggu hari terakhir kamu bekerja, sebaiknya kamu bersikap netral saat rekan kerja menanyakan mengenai tempat kerja kamu yang baru. Kamu sebaiknya tidak membuat rekan kerja saat ini merasa ditinggalkan atau merasa tidak baik.

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>