Don't miss

Cat kuku. Tradisi Mempercantik Diri Warisan Era Firaun

By on January 4, 2014

easy-nail-art

Hasrat untuk tampil cantik ternyata sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Banyak metode-metode kecantikan yang telah dilakukan dari masa lalu, termasuk dalam hal mewarnai kuku untuk memperindah tangan. Tidak ada yang berubah dalam tehnik atau metode mempercantik kuku ini, yang berubah hanyalah bahan-bahan yang dipakai dalam cat kuku.

Akibat penemuan cat kuku, maka hal ini telah mendorong sebuah gerakan perubahan fungsi kuku tangan dari bagian tubuh yang fungsional menjadi salah satu aksesoris untuk ditunjukkan kecantikannya.

Cat kuku seperti yang kita kenal sekarang, ternyata sudah ditemukan pada tahun 1920 ketika nitroselulosa sebagai bahan utama cat kuku mulai dikenal di dunia. Meskipun begitu menghias kuku bukanlah konsep baru karena seni menghias kuku ini memiliki sejarah panjang dari abad ke abad.

Sebagai contoh, mumi Firaun di Mesir diketahui menggunakan henna pada kukunya, sebuah bahanyang sama untuk mempercantik kuku para wanita Aftika. Pada masa 3000 SM, ditemukan sebuah fakta bahwa wanita di China menggunakan pewarna kuku berwarna metalik untuk membedakan para wanita bangsawan dengan wanita dengan staus sebagai rakyat biasa.

Sebelum era nitroselulosa (bahan utama cat kuku) ditemukan, dahulu bubuk atau krim pewarna kuku dibungkus dengan kain ke kuku untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Nitroselulosa sendiri baru dikenal pada masa Perang Dunia I ketika Amerika Serikat mendapatkan hak paten bahan kimia ini dari Jerman, dan sejak saat itulah cat kuku berwarna pink mulai dibuat dan diproduksi secara masal.

Sementara itu cat kuku berwarna gelap pertama kali populer di Perancis pada akhir tahun 1920an. Pada saat itu yang menjadi tren adalah tehnik mewarnai kuku bagian tengahnya saja sehingga bagian ujung dan pangkal kuku membentuk bulan sabit yang cantik.

Sebuah keluarga bangsawan Prencess de Faucigny-Lucinge merupakan sebuah keluarga yang dianggap sebagai pencetak tren mewarnai kuku warna merah marun dan ternyata banyak disukai orang-orang. Kemudian sejak saat itu tren tersebut juga diikuti oleh para bintang Hollywood dan para sosialita di zamannya.

Pada era 1930-an, cat kuku warna hitam menjadi tren, tetapi sayangnya tren ini hanya bertahan sebentar karena pada masa itu warna-warna cat kuku semakin beragam dan semakin banyak pilihan. Sampai akhirnya, para wanita lebih memilih warna-warna seperti biru, merah, hijau, perak, emas, bahkan putih mutiara yang selama ini jarang menjadi tren.

Revlon merupakan perusahaan kosmetik yang memimpin dan menjadi favorit para wanita, diikuti dengan merk kosmetik lain seperti Cutex, Elka, Avon, Blue Bird, dan Glazo. Pada masa itu, formula cat kuku secara umum tersu mengalami penyempurnaan, baik dalam perpaduan warna-warna, kilauannya, daya tahan, dan kemasan.

 nail-art-0

Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>